Saturday, December 31, 2011

Sungguh Betapa Pedulinya Seorang Ayah

Bagi seorang yang sudah dewasa,
yang sedang jauh dari orang tua,
akan sering merasa kangen dengan Ibunya

Tapi bagaimana dengan ayah ?
Mungkin karena Ibu Lebih sering menelpon untuk menanyakan keadaanmu
Tapi tahukah kamu,
Jika Ternyata Ayahlah yang mengingatkan Ibu untuk mneleponmu ?

Saat kecil,
Ibulah yang lebih sering mendongeng.
Tapi tahukah kmu bahwa sepulang ayah bekerja dengan wajah lelah,  beliau selalu menanyakan pada Ibu, apa yang kamu lakukan seharian.

Saat kamu sakit batuk/pilek,
ayah kadang membentak
"sudah dibilang! jgn minum es!".
Tapi tahukah kamu bahwa ayah khawatir ?

Ketika kamu remaja,
Kamu menuntut untuk dapat izin keluar malam.
Ayah dengan tegas brkata "tidak boleh !"
Sadarkah kamu bahwa ayah hanya ingin menjagamu ?

Karena bagi Ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat berharga.

Saat kmu bisa lebih dipercaya,
Ayah pun melonggarkan peraturannya.
Kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.

Maka yang dilakukan ayah adalah menunggu di ruang tamu dengan sangat khawatir.

Ketika kamu dewasa, dan harus kuliah di kota lain.
Ayah harus melepasmu.
Tahukah kamu bahwa badan ayah terasa kaku untuk memelukmu?

Dan ayah sangat ingin menangis.
Di saat kamu memerlukan ini-itu, untuk keperluan kuliahmu, ayah hanya mengernyitkan dahi.
Tapi tanpa menolak,
beliau memenuhinya.

Saat kamu diwisuda.
Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan bertepuk tangan untukmu.
Ayah akan tersenyum dan bangga

Sampai ketika teman psanganmu datang
Untuk mminta izin mengambilmu dari ayah
Ayah akan sngat berhati-hati dalam memberi izin

Dan akhirnya..
Saat ayah melihatmu duduk dipelaminan bersama seorang yang dianggapnya pantas,
Ayahpun tersenyum bahagia

Apakah kmu tahu,
bahwa Ayah sempat pergi ke belakang dan menangis?

Ayah menangis karena ayah sangat bahagia.

Semoga Putra/i kecilku yg manis berbahagia bersama pasangannya

Setelah itu ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk

Dengan rambut yang memutih dan badan yang tak lagi kuat untuk menjagamu,
Beliau hanya akan tersenyum lebar kepadamu.

Oleh Karena itu,
Wahai Saudaraku,
Selama engkau mampu
Dan selama engkau diberi nafas dan tenaga
Buatlah orang tuamu bangga,
Selagi mereka masih akan bisa tersenyum bahagia.
ayah

1 comment:

  1. Patut menjadi contoh gan ayah yang baik gan,, mnatappp

    ReplyDelete